Potensi Uang Elektronik Di Masa Pandemi

Spread the love

WHO sebagai induk kesehatan dunia sudah menyatakan bahwa uang tunai bisa menjadi media transmisi virus atau bakteri yang efektif. Orang-orang akan lebih berpotensi tertular virus atau bakteri melalui perantara uang tunai. Apalagi pada masa pandemi covid-19 seperti saat ini, uang tunai menjadi salah satu transmiter virus yang cukup mematikan ini. Masyarakat harus lebih waspada akan hal ini, dan mengurangi transaksi tunai merupakan salah satu cara yang cukup bijak agar tidak tertular virus corona atau covid-19.

Dengan alasan seperti ini sepertinya transaksi uang elektronik akan meningkatkan, mengingat masyarakat sekarang lebih peduli dengan kesehatan. Selain itu masyarakat juga saat ini bisa lebih menerima pembayaran non tunai. Pandemi saat ini bisa menjadi momen dimana seharusnya transaksi non tunai menjadi lebih berkembang dan menjadi salah satu metode pembayaran utama. Uang elektronik seharusnya bisa terus berkembang pesat ketika masa pandemi ini berakhir karena orang sudah makin terbiasa bertransaksi non tunai.

Siapa Yang Menyediakan E-money?

Berbagai institusi sudah mengeluarkan uang elektronik versi mereka. Masing-masing uang elektronik memiliki sebuah kelebihan dibanding uang elektronik lainnya. Masing-masing institusi ini bersaing satu sama lain agar bisa memperoleh pasar mereka. Pasar uang elektronik memang sudah sangat besar dan akan terus berkembang, oleh karena itu setiap institusi berjuang meraih simpati para konsumen. Berikut beberapa institusi yang menyediakan uang elektronik ;

  • Provider Telekomunikasi

Saat ini beberapa provider telekomunikasi sudah memiliki uang elektronik mereka sendiri. Mereka mencoba ikut untuk bersaing dalam dunia uang elektronik dengan menghadirkan produk mereka dengan harapan bisa mengambil bagian dalam dunia e-money. Berikut beberapa provider telekomunikasi yang ikut bermain dalam dunia e-money beserta produknya ;

  1. PT. Telkom dengan Flexy Cash dan iVas Card
  2. PT. Telkomsel dengan T-Cash dan Tap Izy
  3. PT. XL Axiata dengan XL Tunai
  4. PT. Smartfren dengan UangKu

Di atas merupakan beberapa contoh provider telekomunikasi yang mulai ikut mempopulerkan penggunaan uang elektronik untuk transaksi. Dengan beberapa produk yang diluncurkan oleh provider telekomunikasi ini orang-orang diharapkan segera bisa semakin terbiasa dengan transaksi cashless. Tapi dari sekian banyak produk uang elektronik yang disediakan oleh provider telekomunikasi hanya T-Cash milik Telkomsel yang sepertinya berhasil mengambil bagian dari pasar e-money. Selebihnya belum terlalu terdengar bagaimana kiprah mereka di dunia uang elektronik.

  • Perbankan

Beberapa bank nasional sudah berada di garis terdepan untuk metode pembayaran cashless. Hampir semua bank memiliki aplikasi mobile yang tentunya merupakan salah satu bentuk uang elektronik yang bisa dilakukan untuk pembayaran transaksi. Awalnya untuk mengurangi transaksi menggunakan uang tunai, pihak bank menyediakan layanan SMS banking, setelah teknologi dan internet semakin mudah digunakan muncullah internet banking. Ketika masyarakat Indonesia khususnya para nasabah semua bank terbiasa bertransaksi cashless, baru muncul aplikasi mobile yang bisa digunakan untuk bertransaksi via smartphone. Selain itu ada juga beberapa bank yang menyediakan uang elektronik berbasis chip.

  • Pihak Ketiga

Saat ini sudah sangat banyak aplikasi uang elektronik yang disediakan oleh pihak ketiga di luar perbankan dan provider telekomunikasi. Rata-rata merupakan perusahaan startup. Ada gojek dengan produk Gopay-nya, ada dana, ada Link Aja dan masih banyak pihak yang menyediakan layanan uang elektronik. Bahkan marketplace saat ini juga sudah mulai menyediakan uang elektronik mereka sendiri, contohnya Shopee dengan Shopee Pay milik mereka.