Laju Pertumbuhan Uang Elektronik

Uang elektronik berbasis chip atau kartu sebenarnya bukan produk yang baru keluar, produk ini sebenarnya sudah keluar sekitar tahun 2007. Awalnya masyarakat tidak terlalu peduli dengan sistem pembayaran elektronik berbasis kartu semacam ini, namun ketika Oktober 2017 disaat semua ruas jalan tol mewajibkan penggunaan uang elektronik, masyarakat baru mencari produk ini. Semua orang lebih memperhatikan bagaimana cara penggunaan produk ini.

Pemakaian produk uang elektronik semakin beranjak naik ketika digalakkan Gerakan Nasional Non Tunai oleh pemerintah. Provider yang merasa mampu untuk menciptakan sistem pembayaran non tunai berlomba untuk bisa menghasilkan produk e-money yang diminati masyarakat. Meskipun jika dilihat dengan baik, pasar uang elektronik belum cukup besar di Indonesia, namun para provider meyakini bahwa potensi pasar Indonesia untuk produk e-money sangat besar.

Jenis Uang Elektronik Yang Ada di Indonesia

E-money yang beredar di Indonesia sudah sangat banyak, namun dari sekian banyak uang elektronik yang beredar di Indonesia jika digolongkan maka akan menjadi jenis atau tipe uang elektronik. Berikut penjelasannya ;

  • Berbasis Kartu Chip

Jenis uang elektronik yang pertama adalah uang elektronik yang berbasis dengan chip. Anda akan menemukan uang elektronik ini dalam bentuk produk perbankan. Contoh saja BCA Flazz yang merupakan produk dari bank BCA. Selain murni dikeluarkan oleh bank, ada beberapa toko ritel berskala nasional yang bekerja sama dengan bank untuk menghasilkan kartu ini yang berlogo toko mereka. Contoh saja Indomaret card, kartu ini merupakan hasil kerja sama Indomaret dan produk e-money yang dikeluarkan bank Mandiri. Dengan kerja sama ini, pihak Indomaret berhak untuk menjual produk kartu tersebut secara eksklusif pada jaringan toko ritel mereka. Dengan kartu ini juga anda akan mendapatkan banyak diskon dari Indomaret karena dianggap sebagai salah satu kartu keanggotaan toko mereka.

  • Berbasis Server

Tidak dipungkiri saat ini teknologi dan internet sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat. Gaya hidup masyarakat berubah banyak karena adanya teknologi sebagai media yang bisa membantu mereka mempermudah jalan mereka mencapai sebuah tujuan. Teknologi ini juga mempengaruhi kebiasaan orang dalam melakukan pembayaran. Banyak aplikasi uang elektronik yang bermunculan untuk memudahkan masyarakat dalam bertransaksi.

Aplikasi ini merupakan bentuk dari sebuah metode pembayaran non tunai yang berbasis server. Beberapa contoh aplikasi uang elektronik adalah Link Aja, Gopay, OVO dan masih banyak lagi aplikasi uang elektronik berbasis server. Bahkan Mandiri Mobile dan aplikasi perbankan mobile juga merupakan metode pembayaran cashless yang memanfaatkan server. Jika dibandingkan dengan jenis uang elektronik berbasis chip, aplikasi berbasis server dirasa lebih aman karena membutuhkan PIN atau pengaman apa pun yang membuat aplikasi ini disalahgunakan oleh orang lain.

Mana Yang Lebih Bagus?

Kedua uang elektronik ini bisa saling melengkapi karena beberapa aktivitas tidak bisa dilakukan e-money berbasis chip namun bisa dilakukan oleh e-money berbasis server. Begitu pun sebaliknya, ada beberapa aktivitas yang tidak bisa dilakukan oleh e-money berbasis server tetapi bisa dilakukan oleh uang elektronik berbasis chip. Contohnya, anda tidak bisa melakukan pembayaran gerbang tol dengan uang elektronik berbasis server atau aplikasi. Anda wajib menggunakan sebuah kartu e-money berbasis chip. Contoh lain anda tidak bisa membeli pulsa online dengan e-money berbasis chip pada aplikasi marketplace namun anda bisa melakukan transaksi ini dengan uang elektronik berbasis server seperti Gopay, OVO, DANA atau yang lain.